Terimakasih Pak Lewi

Beberapa hari yang lalu secara resmi jabatan pak Lewi sebagai kepala desa Bumbun berakhir, namun walaupun dengan berakhirnya kepemimpinan beliau tersebut bukan berarti beliau berhenti berjuang untuk masyarakat desa Bumbun. masih banyak orang-orang yang beliau anggap layak memimpin desa kecil di pedalaman Mempawah itu.

Disisa-sisa akhir kepemimpinan nya beliau telah banyak mengukir keberhasilan yang sanggat di nanti-nantikan oleh masyarakat desa Bumbun, walau banyak oknum yang mengira bahwa itu bukan hasil kerja kerasnya, namun semua itu Tuhan yang mengetahui.

Pak Lewi mengundurkan diri dari jabatan karena ia ingin mencalonkan diri nya sebagai wakil rakyat dan memimpin dengan cakupan yang lebih luas lagi. kami masyarakat desa Bumbun mendukung terus perjuangan pak Lewi.

berikut kalimat yang beliau sampaikan lewat akun Facebook nya.

”Trima kasih atas dukungan dari Seluruh Lapisan Masyarakat Desa Bumbun selama Kepemimpinan saya, pahit manis… gagal dan sukses kita semua adalah saksi2 hidup dari semua ini… sy menyadari bahwa banyak hal yg masih kurang namun tentu kecintaan kita untuk Desa Bumbun tdk akan pudar… Saatnya saya mohon pamit dari Jabatan Kepala Desa Bumbun… mohon maaf lahir dan Batin… AKU CINTA DESA BUMBUN”

42453004_279892189512938_1188624910608498688_n

 

Terimakasih, sosok anda sanggat menginspirasi kami, dan kami dukung terus perjuangan anda, Tuhan Yesus memberkati.

Iklan

Sekilas Tentang Desa Bumbun

citra landsat

Peta desa Bumbun

          Desa Bumbun merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari wilayah garis khatulistiwa yang beriklim tropis, terletak pada ketingian 4 meter dari permukaan laut dengan suhu rata-rata 43° derajat celsius, dengan iklim dua musim yaitu musim hujan dan musim kemarau. Secara garis besar desa Bumbun menjadi jalur lintas kabupaten yang cukup potensial menjadi jalur transportasi masyarakat dan desa Bumbun juga merupakan salah satu desa yang berada di kecamatan Sadaniang kabupaten Mempawah Kalimantan Barat yang terbentuk secara resmi menjadi desa pada tahun 1992, yang pada awalnya hanya terdiri dari empat kampung yaitu kampung Bumbun dengan kepala kampung bapak Petsong Kamung, kampung Satak dengan kepala kampung bapak Ngawen, kampung Nangka dengan kepala kampung bapak Agen dan kampung Bawing yang dipinpin oleh kepala kampung yang bernama Musri. Karena sesuai peraturan pemerintah pada saat itu harus terbentuk menjadi desa pengembangan, msaka terbentuklah dengan nama Desa Bumbun dan yang menjadi kepala desa pertama kala itu adalah bapak Alex Aliong dan kemudian dilanjutkan oleh bapak Erik Ramain dan sekarang dipimpin oleh bapak Iman Lewi Khornelis Bureni. Dengan luas wilayah 8216.3 Km2 dengan sebaian wilayah dengan sebesar 50% belum diolah 30% digunakan untuk pemukiman warga dan 20% digunakan untuk lahan pertanian dan perkebunan. Dan dengan jumlah penduduik sekitar 2.551 jiwa (Data Penduduk desa, 2014), letak geografis desa ini sangatlah strategis karena merupakan satu-satunya desa di kecamatan Sadaniang yang berbatasan langsung dengan wilayah lain yaitu disebelah Timur berbatasan langsung desa Amawang, sebelah Barat berbatasan dengan Bukit Batu, disebelah Utara berbatasan dengan desa Sekabuk dan dibagian Selatan berbatasan dengan desa Aris Kabupaten Bengkayang dan kecamatan Sui Kunyit.

          Berdasarkan sarana pendidikan dan jumlah siswa yang ada didesa Bumbun sudah cukup memadai dan cukup banyak diisi oleh para siswa walaupun hanya sampai pada tingkat SMP saja, adapun jumlah unit sarana pendidikan dan jumlah siswa disana adalah, Gedung TK 3 unit dengan siswa didik sebanyak 74 anak, Gedung SD 4 unit denbgan jumlah siswa sebanyak 498 orang, sedangkan untuk Gedung SLTP hanya 1 unit saja dengan jumlah siswa sebanyak 111 orang. Dan untuk yang menempun pendidikan sampai perguruan tinggi kurang lebih hanya 20 orang saja.

 

Material Tiang Listrik PLN Mulai Masuk ke Desa Bumbun

Kepala Desa Bumbun  Imam Lewi Khornelis Bureni mengatakan saat ini material berupa tiang listrik telah masuk ke desa.

Hal tersebut sesuai dengan rencan dari PLN yang mengatakan akan mulai membangun jaringan pada awal tahun 2018 ini.

“Ini merupakan rezeki yang luar biasa pada awal tahun ini, mudah-mudahan aliran listriknya segera dialiri dan warga bisa segera menikmati listrik Negara,” ujarnya Senin (15/1/2018)

Lewi menceritakan telah berjuang dengan keras melakukan komunikasi ke pemerintah daerah, provinsi, ke PLN di daerah wilayah hingga ke PLN di tingkat pusat.

“Seingat saya sudah 27 kali menghadap perwakilan pemerintah untuk memperjuangkan listrik di Bumbun, yang ke 27 langsung ke pusat puji Tuhan dapat berhasil,” ujarnya

Sebelumnya sekitar tahun 1997, material berupa tiang listrik dan tali jaringan telah masuk di Bumbun.

Namun karena pasokan listriknya belum masuk mengakibatkan sejumlah aset milik PLN terbengkalai bahkan ada beberapa di antaranya yang hilang.

Agar Hal tersebut tidak terjadi, Lewi mengatakan masyarakat dan pemerintah desa telah menandatangani pernyataan bersama. Didalamya berisi bentuk dukungan kebijaksanaan PLN terkait masuknya listrik ke Bumbun.

Selain itu, warga juga telah berjanji dan siap menjaga serta merawat seluruh aset jaringan kelistrikan milik PLN. Tidak akan diperkenankan seseorang atau kelompok tertentu untuk merusak dan mengambil aset milik PLN.

“Jika hal tersebut terjadi tidak ada ampun akan langsung diambil langkah penyelesaian dengan hukum pidana, tidak usah lagi proses dikampung sebagai upaya tindak tegas,” ujarnya

Lewi juga menambahkan warga juga tidak akan meminta ganti rugi dalam bentuk apapun, jika ada peralatan jaringan PLN yang melewati halaman rumah, persawahan, pohon durian dan dan karet milik warga.

“Itu merupakan bentuk dukungan dan tanggung jawab dari keinginan warga untuk memasukan listrik ke desa Bumbun,” pungkasnya.

 

Laporan dari Junalis Tribun Pontianak : Hamdan

Kampung Pelangi Tanpa Listrik PLN dan Melihat Kampung Pelangi Ala Desa Bumbun

kampung-pelangi_20180115_155325

Begitu malam menjelang, Gelap seketika datang menyergap seluruh warga di desa bumbun. Listrik milik Negara memang belum menjamah desa yang terletak di Kecamatan Sadaniang, Kabupaten Mempawah tersebut, Senin (15/1/2018)  Begitu malam menjelang, Gelap seketika datang menyergap seluruh warga di desa bumbun. Listrik milik Negara memang belum menjamah desa yang terletak di Kecamatan Sadaniang, Kabupaten Mempawah tersebut, Senin (15/1/2018)

       “Tiang-tiang listrik tersebut dipasang sejak tahu 1997 lalu, namun hingga sekarang listrik belum ada,” ujar satu di antara tokoh masyarakat bumbun, Thomas kepada Tribun Pontianak. Kata Tomas, bagi masyarakat yang memiliki penghasilan yang lebih. Saat malam hari biasa mengandalkan aliran listrik yang bersumber dari mesin genset. Bagi warga yang memiliki genset pun juga bukan harga yang murah untuk menggunakanya, sebab jika ingin listrik menyala tidak lebih dari empat jam dibutuhkan ongkos sebesar Rp 20 ribuan permalam atau untuk dua liter minyak bensin.

    “Biasa kita hidupkan genset sekitar setengah enam sampai jam 10an malam. Hitunglah kalau semalam Rp 20ribu kalikan sebulan bisa sekitar Rp 600ribu hanya untuk listrik,” ujarnya.

        Dirinya sebagai warga masyarakat mengharapkan pelayanan listrik dari PLN dapat sampai di Desa Bumbun. Informasi dari pemerintah desa, pada tahun 2018 ini PLN akan menjangakau pelayanan ke Bumbun, namun belum diketahui kapan pastinya realisasinya. “Kemarin pun Pak Bupati Mempawah Ria Norsan berpidato saat ada kegiatan PHBS di desa kami, tapi juga belum tau pastiya kapan,” ujarnya. Berdasarkan keterangan yang dihimpun oleh Tribun Pontianak di lapangan, untuk kecamatan sadaniang masih terdapat tiga desa yang belum teraliri listrik PLN, desa tersebut di antaranya Desa Bumbun, Suak Barangan, dan Desa Ansiap.

 

Reporter :Hamdan Tribun Pontianak

Sikapi Listrik di desa Bumbun, Ini Harapan Ketua DPRD Mempawah

 

ketua-dprd-rahmad-satria_20170809_214819

Ketua DPRD Mempawah Rahmad Satria mengaku prihatin dengan kondisi pembangunan dan kondisi masyarakat yang tinggal di wilayah pinggiran, seperti di Desa Bunbun Kecamatan Sadaniang, Mempawah.

Menurutnya beberapa fasilitas seperti Infrastrukutr seperti jalan, listrik, pendidikan dan kesehatan masih jauh ketingalan dengan masyarakat yang ketinggalan dari masyarakat yang tinggal diwilayah perkotaan. Senin (15/1/2018)“Kedepan para pemimpin yang baru harus dapat memperhatikan masyarakat marjinal. Sehingga ada kesetaraan merasakan pembangunan dari pemerintahan,” ujarnya.

Dirinya menilai kebutuhan akan listrik merupakan kebutuhan yang vital dan mendasar bagi masyarakat dalam rangka meningkatkan produktivitas.“Masalah listrik merupakan kebutuhan primer yang harus dipenuhi,” ujarnya. pemerintah harus proakatif untuk menentukan prioritas pembangunan yang menjangkau masyarakat-masyarakat di wilayah-wilayah pedalaman. Sehigga ada kesetaran pembangunan antara masyarakat di kota dan di pedalaman. “Kita harapkan pada tahun 2018 ini persolan listrik dapat tuntas di Kecamatan Sadaniang,” ujarnya.

 

 

 

Laporan Hamdan Tribun Pontianak

Desa Bumbun Kecamatan Sadaniang Juara PHBS Kabupaten

batu-pertama_20171129_233354

      Bupati Mempawah Ria Norsan mengatakan Pemerintah Kabupaten Mempawah memberikan perhatian besar terhadap program Keluarga Berencana Nasional dan program kesehatan. Tahun ini Kecamatan Sadaniang desa Bumbun ditetapkan sebagai lokasi TNI Manunggal KB Kesehatan TMKK tahun 2017 di tingkat Kabupaten mempawah. “Akses pelayanan KB saat ini cukup mudah didapatkan, selain di pelayanan rutin di rumah sakit, puskesmas/klinik KB dan polindes, pelayanan KB dan kesehatan juga sering dilaksanakan di lapangan langsung ke masyarakat secara mudah dan bahkan gratis,” ujar bupati sesaat setelah peletakan batu pertama pembangunan Balai Desa Bumbun bersama dengan Kepala Staf Komando Distrik Militer (Kasdim) 1201 Mempawah, Mayor Inf. Fitriyadi, Selasa (28/11/2017) lalu. Norsan mengatakan melalui program Kampung KB yang sudah dicanangkan di seluruh kecamatan di Kabupaten Mempawah diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat di tingkat kampung atau setara melalui program kependudukan, keluarga berencana dan pembangunan keluarga, serta pembangunan sektor terkait lainnya. Mengenai desa bumbun, Norsan mengatakan pemdes bumbun terus melakukan sejumlah inovasi sehingga membuat suasana desa lebih semarak dan bewarna warni dan menghilangkan kesan kumuh.

Desa Bumbun sendiri terpilih sebagai juara pertama tingkat kabupaten dalam kategori desa yang ber-PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat) dan akan ikut lomba di tingkat provinsi mewakili Mempawah dengan konsep desa kampung pelangi serta kambung KB Kes dari TNI.

“Saya ucapkan selamat kepada Desa Bumbun Perubahan ini didukung oleh masyarakat yang memiliki peran andil yang besar,” ujarnya.

Kepala Staf Komando Distrik Militer (Kasdim) 1201 Mempawah Mayor Inf. Fitriyadi mengatakan pencanangan TMKK ini merupakan tindaklanjut arahan Presiden Indonesia, Joko Widodo agar manfaat program KB dirasakan langsung oleh masyarakat terutama pada wilayah padat penduduk, tertinggal, terpencil dan wilayah nelayan di seluruh tanah air.

“Pak Presiden, juga memberikan arahan agar program KB lebih fokus kepada masyarakat kurang mampu dan tidak memiliki akses terhadap fasilitas kesehatan,” ujarnya.

Dirinya menuturkan pencanangan ini, diharapkan program KB dan kesehatan dapat lebih menjangkau masyarakat terutama di desa dan dusun

“ada beberapa nilai positif dan harapan bersama terkait pelaksanaan kegiatan ini, diantaranya program KB dapat memberikan kontribusi yang maksimal dalam pengendalian penduduk di kabupaten,” ujarnya

Menurutnya hal tersebut dapat berpengaruh terhadap pembangunan dan mengurangi laju pertumbuhan penduduk.

“Pencanangan TMKK ini sangat diperlukan, sebab keberhasilan program KB akan membantu dalam meningkatkan kualitas hidup manusia dan kesehatan keluarga pra sejahtera untuk menuju lebih baik,” ujarnya.

Ia menambahkan dipilihnya Desa Sadaniang ini sebagai pencanangan TMKK, BKKBN dan Pemkab akan mendorong pembangunan masyarakat menuju sejahtera dari tingkat keluarga.

Desa Bunbun Siap Kembangkan Inovasi Kampung Pelangi

kades-bunbun-kecamatan-sadanianglewi-khornelis_20180101_174847

Kepala Desa Bunbun, Kecamatan Sadaniang Lewi Khornelis melalui program dana desa berhasil menyulap perkampungan kumuh di desa bunbun menjadi perkampungan pelangi, Minggu (1/1/2017).

Alokasi dana desa Sebesar Rp 25 juta, mampu dimaksimalkannya untuk mengecat rumah warga desa bunbun dengan aneka warna-warni sehingga dijuluki sebagai perkampungan pelangi.

“Pada tahun 2018 ini kami akan melanjutkan program inovasi kampong pelangi. Selanjutnya ada obyek wisata air terjun yang nantinya akan kami garap sebagai pendapatan asli desa,” ujarnya

Ia mengatakan terdapat satu lokasi air terjun di desa bunbun yang cukup bagus namun belum digarap dan tidak teruangkap. Air terjun tersbut merupakan potensi desa yang belum dikembangkan.

Selain itu, Kata Lewi badan usaha di desa bunbun juga sudah berjalan dengan jenis usah di bidang toko serba ada. Sepanjang tahun 2017 lalu, dan omsetnya secara keseluruhan telah mencapat Rp 50 juta.

“Kalau dilihat dari asas manfaat, dana desa sangat bermanfaat. Pengalaman selama dua tahun terakhir akses jalan yang selama ini tidak pernah sampai ke pemukiman saat ini juga terlah terbuka,” ujarnya/

“Untuk akses jalan ke sarana pendidikan dan kesehatan juga telah terhubung. Anak-anak jika ingin ke sekolah tidak perlu lagi lewat hutan, begitu juga kalau ada yang sakit kalau dulu main tandu sekarang mobil sudah bisa masuk ke depan rumah warga,” imbuhnya.

Source: Tribun Pontianak/Hamdan

Pembangunan Kantor desa Bumbun tahap 1 di tahun 2017

          Desa bumbun memang termasuk desa yang sudah lama di kecamatan Sadaniang yang sebelumnya kecamatan Toho, namun gedung atau kantor yang tetap untuk desa ini belum lah ada, memang dari beberapa tahun yang lalu sempat ada pembangunan gedung balai desa yang baru, namun sekarang tidak dapat di gunakkan lagi dikarenakan ada insiden kebakaran pada saat itu, dan setelah kejadian itu kantor sementara desa bumbun di pindahkan ke gedung PNPM mandiri yang ada di desa itu tersebu dan sampai saat ini masih di gunakan untuk melayani kebutuhan masyarakatnya seperti untuk mengurus surat menyurat dan bahkan untuk fotocopy.

          Baru-baru ini desa Bumbun akan membangun kantor permanen beserta gedung serbaguna dan BumDes ( Badan usaha milik desa), adapun lokasi akan di bangunya kantor desa yanng permanen ini tidak jauh dari gedung PNPM yang saat ini menjadi markasnya para aparatur desa Bumbun.

          Adapun pembangunan tahap pertama ini di mulai daru pembuatau Turap beton untuk menahan tanah timbunan dasarnya, serta penimbunan tanah beserta di datagkannya material batu, pasir dan semen dan sudah berlangsung sejak per tanggal 30 juni 2017 hingga sekarang dan terus berlanjut.

 

Bersatu Bumbun Maju…!!!

Berikut adalah foto-foto dokumentasi pembangunan tahap 1

 

 

Reporter dan Editor : Andreas Andre

Sumber Foto : Bernadus Razel

Kunjungan dinas PU ke desa Bumbun

FB_IMG_14946602083932431

Kunjungan Dinas Pekerjkaan Umum (PU) Pusat ke desa Bumbun, kecamatan Sadaniang kabupaten Mempawah pada (12/05/17) kemarin adalah dengan tujuan untuk turun langsung ke lapangan atau untuk meninaju langsung bagaimana keadaan desa Bumbun yang sebenarnya.

Menurut kades Bumbun Iman Lewi Khornelis Bureni, kedatangan mereka menang sengaja di minta untuk turun ke desa Bumbun dan ini juga termasuk dalam program presiden Jokowi. Perjalanan mengelilingi desa Bumbun langsung di pimpin oleh kades Bumbun beserta staf-stafnya.

Mengingat desa Bumbun yang meupakan sebuah desa yang tidak jauh dari kabupaten, tapi infrastruktur atu kondisi akses jalan yang masih sangat memprihatinkan serta minimnya petugas kesehatan dan pendidikan yang ada di desa Bumbun dan penerangan atau PLN yang tidak ada di desa Bumbun tersebut tentu jadi bahan pertimbangan bagi mereka.

Masyarakat desa Bumbun berharap dengan kedatangan dinas PU Lang sung dapat merealisasikan apayang selama ini menajdi gejolak atau problema yang di hadapi selama bertahun-tahun bahkan sudah 72 tahun Indonesia merdeka masyaraka desa Bumbun belum merasakan bagaimana yang namanya fasilitas Negara.

Foto dokumentasi.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Reporter : Bernaduz Razel

Editor       : Andreas Andre

Sepekan Menghilang, Pria ini Di Temukan Tewas Mengantung

BUMBUN
Usai dinyatakan hilang sejak pekan lalu, seorang pria berusia lanjut ditemukan tewas tergantung di pohon oleh warga di Desa Bumbun Kecamatan Sadaniang Kabupaten Mempawah, Selasa (18/4/2017).

Kepala Desa Bumbun, Iman Lewi yang membenarkan pria yang dikenal bernama Mana itu merupakan warganya.

“Ya sudah ditemukan warga tadi pagi sekitar jam 10.00 WIB tergantung di pohon tapi jauh dibelakang rumah warga lainnya,”ujarnya, Selasa (18/4/2017).

Ia mengatakan, Mana (60) tersebut dinyatakan hilang oleh pihak keluarga sepekan sebelumnya, Senin (10/4), dan baru dilaporkan ke pihak kepolisian keesokan harinya Selasa (11/4).

“Hilangnya sejak Senin itu, langsung malam lapor polsek dan keluarga membuat laporan ke Polsek,” ujarnya.

Saat ia hilang keluarga bersama warga dan aparat kepolisian sudah berusaha mencari kemana-mana namun tidak membuahkan hasil. Hanya yang menjadi keheranan sang istri, almarhum diakui saat menghilang keluar dari rumah tidak meninggalkan pesan dan firasat apapun.

“Cuma kata istrinya, saat suaminya keluar dari rumah itu tidak ada ngomong apapun,”tambahnya. Bahkan saat terakhir bersama keluarganya, suaminya ini sempat minum kopi bersama dengan sang istri dimana satu cangkir bagi berdua, Senin (10/4/2017) siang hari.

Hingga akhirnya sang istrinya kemudian berangkat ke sawah untuk memetik padi. Sementara putrinya pergi kerumah kawannya. “Saat itulah ia hanya sendiri dirumahnya,”ujarnya.

Entah apa yang ada dibenak Mana saat itu, hingga ia akhirnya keluar dari rumah dengan tidak mengabari kemana. Saat ia keluar dari rumah, satu diantara warga sempat melihatnya keluar dari rumah membawa sebilah pisau.

“Lalu orang warga itu sempat bertanya, Man mau kemana, namun ia hanya noleh lalu jalan lagi, tanpa sepatah katapun,”ujarnya. Tanpa menaruh curiga, warga lantas tak menaruh curiga dengan pria yang memang sehari-hari bekerja tani ini. “Orang mikirnya biasa jak,”ujarnya.

Saat ini, ia mengatakan tengah dilakukan evakuasi dari warga, tim polsek dan puskesmas setempat. Hal ini lantaran kondisi pria yang ditemukan ini sudah dalam kondisi menggenaskan lantaran diperkirakan tergantung lebih dari sepekan. “Kita tunggu dari pihak keluarga maunya bagaimana nanti,” tandasnya.

Foto Korban

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.